Aku ingin kelak menjadi seorang Ibu seperti Ibuku…
Ia tdk pernah mengeluh, tidak mudah menyerah, dan selalu ada untuk ketiga putrinya…
Ia adalah wanita tegar, yg selalu menyembunyikan kesedihannya di depan anak- anaknya.
Ia adalah wanita lembut yg selalu menyayangi anak- anaknya.
Ia adalah wanita yg kuat, yg selalu memberi terbaik untuk ketiga putrinya.
Ibu…..
Ibu yg selalu marah jika aku tidak sarapan
Ibu yg selalu berpesan padaku untuk rajin menunaikan shalat sunnah
Ibu yg rela menerobos derasnya hujan di malam hari untuk meminta Paracetamol ke tetangga ketika aku demam
Ibu yg menangis bersamaku ketika aku dirawat inap di RS, krn aku merengek pulang
Ibu yg setia menemaniku belajar saat UN, dan menemani tidurku walau Ia tidur di bawah, tapi aku justru di ranjang atas
Ibu yg selalu mengajariku untuk hidup sederhana
Ibu yg selalu menyempatkan membuat sarapan untuk keluarga, meskipun Ia bekerja jam 7 pagi
Ibu yg selalu menengokku di kamar ketika aku sedang belajar
Ibu yg selalu meneriaki aku ketika aku bandel tidak mau makan
Ibu yg selalu menanyakan kepadaku “udah sholat belum?”
Ibu yg belum rela melepaskan aku untuk tinggal jauh dr keluarga, dan menangis ketika aku lolos di IPB
Ibu yg mencium pipiku sambil menangis dan berbisik “Kamu hati- hati di sini ya…” ketika aku akan menetap di Bogor
Ya Allah…….. Sayangilah Ibuku sebagaimana Ia menyayangi anak- anaknya dg tulus ikhlas.
Lindungilah Ia dimanapun Ia berada.
Jadikan Ia bidadari surga nantinya.
Sampaikan salam rinduku untuk Ibu, Ya Allah…
Wahai Tuhanku, Zat yang Maha Pemelihara.
Here’s wishing good luck to the group of pandas being released back into the wild this week. The six friends - Xingrong, Xingya, Gongzai, Yingying, Zhizhi and Qiqi - will be residing in “Panda Valley” and not “Central Perk” where they will not receive human intervention but will still be monitored under watchful care.
(via fuckyeahgiantpanda)